Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Soal Tanah Terkontaminasi Minyak, Ini Jawaban Presiden Direktur Chevron
JAKARTA- Komisi VII DPR RI kembali menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan 10 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) SKK Migas di Ruang Komisi VII Gedung Nusantara I Komp. DPR/MPR RI, Senin (20/1/2020).
Anggota Komisi VII H. Abdul Wahid saat RDP dengan KKKS SKK Migas tersebut mempertanyakan soal pemulihan lingkungan mengingat ada begitu banyak tanah terkontaminasi minyak khususnya di Blok Rokan yang dikelola oleh PT. Chevron Pasific Indonesia.
"Selain soal Lifting yang terus saja turun secara signifikan di blok rokan, saya juga mau minta penjelasan langsung dari Chevron mengenai pemulihan lingkungan. Ada puluhan ribu Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM). bagaimana chevron menyelesaikan itu mengingat waktu selesai kontrak kerjasama sudah semakin dekat" tanya Politisi PKB ini
lebih lanjut Anggota DPR RI asal riau ini menyampaikan bahwa dirinya adalah perwakilan dari riau dan akan konsern mengawal soal lingkungan yang harus dan wajib dipulihkan.
"Saya mendapat laporan, bahwa pihak PT. Chevron belum membuka komunikasi kepada dinas-dinas terkait mengenai strategi dan komitmen menyelesaikan soal pemulihan lingkungan ini. Saya perwakilan riau pak presdir, saya berkewajiban mempertanyakan ini. soal lingkungan penting bagi generasi mendatang" tegas Anggota FPKB ini.
Presiden Direktur PT Chevron Albert Simanjuntak dalam RDP dengan Komisi VII memberikan penjelesan akan berkomitmen menyelesaikan semua persoalan menjelang alih kelola dengan pertamina dan SKK migas, termasuk soal pemulihan lingkungan
"Kita berkomitmen akan menyelesaikan semua persoalan sebelum alih kelola blok rokan kepada pertaminan dan SKK Migas, mengenai pertanyaan pak wahid soal TTM kita sudah buka komunikasi dengan dinas-dinas terkait dan terakhir pertemuan tanggal 16 Januari lalu untuk berkoodinasi terkait proses pemulihan tersebut," terang Presdir CPI ini.
lebih lanjut dikatakannya, pemulihan TTM ini tentu menunggu izin dari LHK dan Persetujuan SKK Migas, "Kita sudah mengajukan anggran dan rencana kerjanya, tapi dari semua lokasi yang terverifikasi tidak semua yang disetujui SKK Migas, kalau tidak bisa semua diselesaikan nanti SKK Migas yang melanjutkan, begitu pak jawaban dari SKK Migas" terang Albert Simanjuntak.
Terkait semua pertanyaan dari beberapa Anggota Komisi VII terhadap PT CPI akan menjawab dalam bentuk tertulis nantinya.
.png)

Berita Lainnya
Gaji PNS dan Pekerja Swasta akan Dipotong Buat Tapera, Ini Penjelasannya
Jelang Aksi Demo BEM-SI di Istana Negara, Ini Pesan Kadiv Humas Mabes Polri
Guru Honorer Dipecat karena Posting Gaji, Golkar Anggap Kepala Sekolah Berlebihan
Relaunching AMANAH Berlangsung Meriah, Perkuat Lahirnya Talenta Muda Aceh yang Kompetitif
Dinding Rumah Warga Langgam Retak, Sumur Mengering dan Makam Ambrol
Airlangga: Inklusi Keuangan Tetap Positif di Masa Pandemi Covid-19
Jangan Hanya Larang Mudik, Pemerintah Diminta Juga Tutup Tempat Wisata
Penerimaan CPNS Siap Dibuka Untuk 700.000 Guru dan 270.000 Tenaga Kesehatan
THR PNS Cair Pekan Depan
Harga Cabe Turun di Sejumlah Daerah
Sumbar Macet, Waktu Tempuh Jadi Molor 3 Kali Lipat
Pelaksanaan E-Voting Pemilu 2024 Dinilai Memungkinkan