Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pelaku Perjalanan Atas Dasar Diplomatik Dibebaskan dari Kewajiban Karantina
JAKARTA (INDOVIZKA) - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah akan memantau secara ketat protokol kesehatan para pelaku perjalanan internasional atas dasar kesepakatan diplomatik selama beraktivitas di Indonesia.
"Pelaku perjalanan yang masuk atas dasar kesepakatan diplomatik yang juga akan dibebaskan dari kewajiban karantina, kita akan tetap pantau dengan protokol kesehatan yang ketat," katanya saat menyampaikan keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang diikuti dari YouTube BNPB di Jakarta, Selasa (30/11).
Pelaku perjalanan atas dasar kesepakatan diplomatik yang dimaksud seperti pemegang visa diplomatik maupun sejajar menteri ke atas beserta rombongan dalam kunjungan kenegaraan.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Penundaan kedatangan ke Indonesia, kata Wiku, tidak berlaku pada pelaku perjalanan internasional yang berasal dari negara dengan skema perjanjian bilateral, seperti pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
Ketentuan yang sama juga berlaku pada turis asing dengan riwayat perjalanan dari negara yang tidak berisiko memiliki kasus varian Omicron serta dapat memenuhi syarat berwisata di Indonesia.
Wiku mengungkapkan, seluruh pelaku perjalanan internasional atas dasar kesepakatan diplomatik maupun perjanjian bilateral disiapkan koridor khusus dengan sistem travel bubble di mana perjalanan hanya berlaku bagi negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.
Wiku mengatakan pemerintah terus memantau dinamika Covid-19 secara global mengingat keterkaitan antar negara yang tidak dapat dipisahkan. "Buktinya importasi kasus dan persebaran varian baru di suatu negara dapat menembus lintas teritorial negara itu," ujarnya seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, upaya antisipasi bagi pelaku perjalanan internasional lainnya diberlakukan sejumlah ketentuan, diantaranya memperpanjang karantina setelah kedatangan di pintu masuk Indonesia.
"Perpanjangan masa karantina menjadi 14 hari bagi warga negara Indonesia yang selama 14 hari terakhir melakukan transit atau perjalanan dari negara yang diketahui mengalami transmisi kasus dengan varian Omicron maupun jenis baru," terangnya.
Wiku mengatakan negara yang saat ini mengalami transisi kasus Omicron yaitu Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini dan Lesotho.
"Sedangkan WNI ataupun WNA yang selama 14 hari terakhir melakukan transit atau perjalanan dari negara di luar negara tersebut, memiliki kewajiban karantina selama tujuh hari," ujarnya.
Wiku mengatakan upaya skrining pelaku perjalanan internasional lainnya tetap dilakukan, seperti skrining berkas dan kondisi kesehatan umum serta tes ulang tetap dilakukan.
"Entry test di hari yang sama saat kedatangan dan exit test pada hari keenam untuk mereka yang wajib karantina tujuh hari dan pada hari ke-13 untuk mereka yang wajib karantina 14 hari," ungkapnya.
Untuk mencegah bobolnya garda pertahanan, kata Wiku, maka pemerintah mewajibkan spesimen dari pelaku perjalanan asal negara dengan transmisi komunitas Omicron untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS).
"Diimbau juga untuk spesimen dari negara lainnya untuk diintensifkan WGS," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Laksanakan Sosialisasi Buku KIA
Satgas Covid-19: Lab Perlu Dievaluasi untuk Kebutuhan Tes
BPOM: Dalam Waktu Dekat Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinik
Orientasi KAP dan KPP bagi Kader dan Tenaga Kesehatan Resmi Ditutup
Prevelensi Stunting Desa Belantaraya Menurun
Tak Bisa Jawab 6 Pertanyaan Ini? Tanda Otak Alami Penurunan Fungsi
Dua Pasien Positif Covid-19 Inhil Dinyatakan Sembuh
dr. Erwin Christianto, Sp.GK, M.Gizi Asupan Nutrisi yang Tepat Agar Kuat Puasa Seharian
Puskesmas Tembilahan Hulu Buka Pos Pelayanan Gratis Bagi Anak
Gesa Vaksinasi di Daerah, Diskes Minta Peminat Vaksin Booster Moderna Bersabar
Epidemiolog Ingatkan Bahaya Omicron bagi Orang yang Belum Divaksin
Bersempena Hari Kesehatan Nasional, IBI Inhil Laksanakan Publikasi Stunting