Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Anggaran Bosda SMA/SMK Riau 2020 Rp443 Miliar
INDOVIZKA.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada 2020 mengusulkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) lebih sebesar Rp443 miliar. Anggaran Bosda tersebut dimasukkan pada APBD Riau tahun 2020.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Rudyanto mengatakan, dana Bosda tersebut mengalami kenaikan dibandingkan 2019 sebesar Rp250 miliar. Dengan anggaran itu diharapkan dapat mewujudkan pendidikan gratis tingkat SMA/SMK negeri tahun 2020.
“Anggaran Bosda Riau naik dari tahun sebelumnya, tahun ini hampir Rp250 miliar, tahun depan naik menjadi Rp443 miliar,” kata Rudyanto.
- Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis sukses menyelenggarakan Kegiatan Civil V
- DPRD Riau Desak Disdik Bertindak Cepat Soal Sekolah Terlambat Ikut SNBP
- PSP Unri Sambut Mahasiswa Baru Dengan Kegiatan PKKMB
- Menteri Pendidikan Ubah Batas Minimal Usia Anak Masuk SD, Simak Faktanya
- Bahas Hoaks dalam Dunia Pendidikan
Dengan anggaran yang naik tersebut, lanjut Rudyanto, jika sebelumnya anggaran satu siswa mendapatkan Rp400 ribu per tahun, maka dengan peningkatan Bosda itu tahun depan anggaran per siswa menjadi Rp1,5 juta.
“Artinya ada peningkatan hampir 300 persen untuk satu siswa SMA/SMK per tahun. Dari sebelumnya hanya Rp400 ribu jadi Rp1,5 juta,” sebutnya.
Rudyanto juga menyampaikan, nantinya dana Bosda juga akan didampingi Bosnas. Di mana untuk Bosnas satu siswa SMK mendapatkan anggaran sebesar Rp1,6 juta, dan SMA Rp1,5 juta. Dengan begitu jika ditotal antara Bosda dan Bosnas, maka satu anak SMK biayanya Rp3,1 juta dan SMA Rp3 juta.
“Di Jawa Timur kan sudah menerapkan sekolah gratis tingkat SMA/SMK dengan biaya satu anak Rp3 juta, dan anggaran itu cukup. Buktinya sampai sekarang sekolah di sana masih jalan,” sebutnya.
Saat ditanyakan apakah dengan Bosda dan Bosnas sudah bisa untuk mewujudkan sekolah gratis, Rudyanto mengatakan memang dalam aturan sejauh ini belum ada menetapkan standar minimum satu anak membutuhkan anggaran berapa dalam satu tahun.
“Makanya kami meminta sekolah untuk menghitung kebutuhan peserta didik pertahun berapa. Dengan begitu diharapkan kepala sekolah harus melihat lebih jernih, jadi harus bisa melakukan efesiensi anggaran,” ujarnya.
.png)

Berita Lainnya
44 Ribu Guru Pendidikan Agama Islam Non ASN Dapat Tambahan Insentif Rp1,5 juta
Academics TV dan CID UIN Suska Riau akan Gelar Webinar Penanganan Aksi Terorisme
Segera Ditransfer, Dana Bosda Riau Tinggal Diteken Gubri
Hari Ini, Pendaftaran UTBK-SBMPTN 2020 Dibuka
KOMED Riau Bersama PGRI Kempas Gelar Lomba LCMP
Pensiun Tahun Ini, Ratusan PPPK Gantikan Guru SD dan SMP di Pekanbaru
Kunjungi SMAN 1 Sungai Apit, Gubri Puji Buku Gurindam Kalbu Karya Guru dan Murid
Pj Walikota Pekanbaru Sebut Ingin Masukkan Pelajaran Muatan Lokal Budaya Hidup Bersih
Jokowi Minta Materi dan Metode Pembelajaran Harus Selalu Diperbaharui
Gubri Syamsuar Imbau Seluruh Sekolah di Riau Diliburkan
Disdik Pekanbaru Keluarkan Surat Edaran, PAUD Hingga SD Kelas 3 Libur Selama Puasa
Mendikbud Tegaskan Orangtua Berhak Menolak Anak Sekolah Tatap Muka