Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kelompok Vespa Gembel dari Pekanbaru Diusir Satpol PP
PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Pekanbaru melakukan penertiban terhadap kelompok Vespa Ekstrim atau Vespa Gembel di Kota Pekanbaru.
Kegiatan digelar Ahas (5/6/2022) petang hingga malam hari di Jalan Haji Imam Munandar. Kegiatan yang langsung dipimpin oleh Kasatpol PP Kota Pekanbaru Iwan Simatupang dan dibantu oleh BKO dari Kodim 03/01 dan jajaran Polresta Pekanbaru berjalan aman dan terkendali.
Kasatpol PP Pekanbaru Iwan Simatupang Senin (6/6/2022) mengatakan pihaknya sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait maraknya Vespa Gembel di Kota Pekanbaru.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Tampilan kendaraan mereka sangat mudah dikenali. Beragam atribut terpasang di Vespa modifikasi yang diiringi suara knalpot bising dan meninggalkan asap pekat.
"Kemarin kita menggelar razia Vespa gembel di Jalan Haji Imam Munandar. Dasar kegiatan ini ini adalah Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan juga surat edaran nomor : 11/se/satgas/2022 tentang pedoman penerapan pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Pekanbaru," ujar Kasatpol PP Pekanbaru Iwan Simatupang, Senin (6/6/2022).
Ia mengatakan keberadaan Vespa Gembel ini sudah sangat meresahkan. Mereka kerap mangkal di sekitar swalayan, lampu merah, atau di pinggir jalan sembari meminta-minta kepada pengendara yang melintas.
"Kita menghimbau secara tegas agar kelompok tersebut segera meninggalkan Kota Pekanbaru karena sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru," cakapnya.
Disampaikan Iwan pihaknya telah memberi waktu kelompok tersebut untuk meninggalkan Kota Pekanbaru hingga pukul 00.00 WIB. Ada sekitar 20 orang yang diberi peringatan dan tak ada barang-barang yang disita dalam razia tersebut.
"Mereka juga sudah buat surat pernyataan untuk meninggalkan Kota Pekanbaru tepat jam 12 malam, kalau tidak mereka akan kami angkut ke kantor Satpol PP. Dan tepat pukul 12 malam tadi, anggota kita turun lagi untuk melakukan pengecekan," sebutnya.
"Dan hasilnya mereka sudah meninggalkan tempat tersebut pukul 12.00 malam," imbuhnya.
Namun dikatakan Iwan lagi, untuk memastikan apakah Vespa Gembel ini benar-benar sudah pergi atau masih sembunyi-sembunyi, pihaknya pagi ini kembali melakukan patroli.
"Anggota masih melakukan penyisiran untuk mengecek apakah mereka betul-betul sudah pergi atau masih ada yang sembunyi-sembunyi. Tadi anggota sudah saya suruh patroli," pungkasnya.
Apa yang dilakukan oleh Satpol PP ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah warga Panam, Indah mengaku resah dengan keberadaan para Vespa gembel ini.
"Saya sering jumpa mereka di Jalan Soekarno Hatta juga itu. Di pinggir jalan sambil minta sumbangan. Berdiri di pinggir jalan," ujar Indah.
Tak hanya di situ saja, dirinya juga sempat melihat keberadaan mereka di beberapa titik.
"Takutlah kalau lihatnya. Apalagi kalau lagi berkendara sendiri. Ya was-was saja. Makanya saya sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Satpol PP ini," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Pekanbaru
Pendaftaran Seleksi Jabatan Tinggi Pratama Pemko Pekanbaru Diperpanjang
Kadin dan KONI Inhil akan Laksanakan Vaksinasi Covid-19
Nyali Ciut, Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas di Inhil Menyerahkan Diri
Sampai Bulan Oktober 2025 Imigrasi Kalbar hasilkan PNBP sebesar 74,3 Milyar
DCS Anggota DPRD Kampar Ditetapkan, KPU Umumkan Lewat Website dan Media
Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Jl. Lintas Provinsi Rengat-Tembilahan, Tepatnya di Simpang Tiga Mumpa.
Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia Berlayar di Pelalawan
Polres Pelalawan Gagalkan Penyelundupan 3 Kubik Kayu Ilegal di Lintas Bono
DIKUNJUNGI KEPALA BPJS KESEHATAN CABANG DUMAI, BUPATI KASMARNI SEBUT PROGRAM UHC JADI PRIORITAS AGAR MASYARAKAT TERLAYANI BPJS
Sekolah yang Diam-diam Belajar Tatap Muka Akan Disanksi: Kepsek Dicopot, Sekolah Swasta Cabut Izin
EMP Bentu dan Disdamkar Pelalawan Teken Kerja Sama Pelatihan Tanggap Darurat