Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pria 60 Tahun di Inhu Ditemukan Terkapar Tak Bernyawa di Jalan
INHU - Di tengah mewabahnya Corona Virus (COVID-19), masyarakat dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak sudah tidak bernyawa.
Sosok mayat tersebut ditemukan terkapar di Jalan Semenisasi Sibungkul Kelurahan Baturijal Hilir Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, Senin (13/4/2020) Sekira Pukul 15.30 WIB.
Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIk melalui Paur Humas Polres Inhu AIPDA Misran WB membenarkan adanya penemuan mayat di Jala Semenisasi di Kecamatan Peranap.
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
Misran menjelaskan, mayat laki - laki itu adalaa Raja Ahmadi (60) warga Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing.
Diceritakannya, kronologis berawal pada hari Senin, 13 April 2020 sekira pukul 10.00 WIn korban datang dari Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing ke rumah orang tuanya di jalan DM Keluraha Baturijal Hilir Kecamatan Peranap, untuk membeli kayu bakar ke Pulau Raman, Baturijal Hilir, Peranap.
"Sekitar pukul 15.30 Wib saksi atas nama Suanto alias Pitil menelepon adek kandung korban Sdri Erna Yeni dan memberitahu bahwa abangnya Raja Ahmadi tergeletak di jalan semenisasi Pulau Raman," ujar Misran.
Atas laporan tersebut lanjut Paur, keluarga korban langsung menuju TKP dan menghubungi Puskesmas Peranap dan Polsek Peranap. Selanjutnya Puskesmas Peranap mendatangi lokasi dengan APD lengkap dan membawa korban ke rumah orang tuanya di Jalan DM Keluraha Baturijal Hilir, Peranap.
"Hasil pemeriksaan luar oleh dr Dian Puskesmas Peranap, di tubuh korban tidak ditemukan kekerasan benda tumpul atau benda tajam," singkatnya.
Lanjutnya, Puskesmas Peranap menyarankan agar pihak keluarga membawa korban ke Rumah Sakit Pematang Rebah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut penyebab kematian korban.
Sementara itu, dari keterangan Keluarga korban bahwa korban mengalami sakit darah rendah dan sudah sering berobat ke dr Rio dan dr Yosi. Korban juga menderita sakit magh.
"Korban tidak ada mengalami demam, batuk, pilek dan sesak nafas," terangnya.
Keluarga korbanpun menolak untuk dilakukan otopsi atau pemeriksaan di Rumah Sakit Pematang Rebah, ( membuat surat pernyataan ). Keluarga akan tetap membawa korban ke kampung halamannya di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing untuk dimakamkan.
.png)

Berita Lainnya
PT THIP Dituntut Kembalikan Lahan Kelompok Tani Tanjung Simpang Pelangiran
Bawa Sabu, Dua Warga di Riau Dibekuk Polisi
Mahfud MD Bentuk 2 Tim Perumus Revisi UU ITE
Pelaku Penusukan di Tembilahan Hulu Diringkus Polisi
2 Tersangka Kasus Kecelakaan Kapal SB Evelyn Calisca Diserahkan ke Jaksa
Inspektorat Fokus Tindak Lanjuti Temuan BPK Sebesar Rp5,3 Miliar di PUPR Riau
Dijanjikan Akan Dinikahi, Oknum Driver Taksi Online Jual Pacarnya Yang Dibawah Umur di MiChat
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Bea Cukai
Oknum Petugas Lapas Tembilahan Halangi Tugas Wartawan
Lama Jadi Buronan, Tersangka Pemalsuan Surat Ditangkap Tim Tabor Kejati Riau
Bacok Teman, Pria di Inhil Diamankan Polsek Mandah
Jadi Korban Skimming, Ratusan Juta Uang Nasabah BRK Hilang