Pilihan
DPRD Riau Dukung Pemerintah Terapkan Belajar Tatap Muka di Sekolah
PEKANBARU - Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy M Yatim mengatakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dengan sistem daring dan pemberian tugas di rumah di tengah pandemi Covid-19 tidak efektif.
"Banyak laporan yang datang ke Komisi V bahwa sekolah dengan pola ajar seperti ini membuat susah orang tua. Ada orang tua yang terpaksa mengajar. Jadinya tak efektif dan tidak dapat nilai edukatifnya," kata Eddy Yatim.
Maka dari itu, kata politisi Demokrat ini, pembelajaran tatap muka pilihan terbaik agar mutu pendidikan tidak tertinggal. Dan solusi berikutnya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Sekolah itu bagaimanapun harus tatap muka. Memang harus pengawasan di perketat, mungkin dengan pola hanya setengah kelas yang masuk, dan nanti gurunya mengawasi dengan ketat, baik itu Prokes ataupun pembelajaran," cakapnya lagi.
Eddy M Yatim menambahkan, yang paling penting adalah menjaga protokol kesehatan yang ketat, dimana nantinya belajar bisa efektif dan kekhawatiran akan Covid-19 bisa berkurang.
"Keputusan menteri sekolah tatap muka dimulai awal tahun, kita dukung itu. Karena bagaimanapun sekolah harus tatap muka," tukasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan pemerintah daerah untuk memulai kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh zona mulai Januari 2021.
Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Nadiem sekaligus menegaskan keputusan pembukaan sekolah tatap muka usai hampir 8 bulan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (Kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah.
.png)

Berita Lainnya
Pimpin Upacara Apel Pagi, Wabup Inhil himbau Siswa-Siswa SMA 1 Tembilahan Jauhi Narkoba
Ratusan Massa Mahasiswa Unri Sampaikan 9 Tuntutan Dihadapan Gubri, Ini Isinya
Informatika Jadi Pelajaran Wajib Kurikulum Baru Kemendikbud
Tewas dengan pedang menusuk mata, ini kata-kata terakhir Arifin
Pengurus HMI Komisariat FKIP Tembilahan Resmi Dilantik
Disdik Riau Siapkan Penambahan Hari dan Jam Belajar
Institut Teknologi PLN Buka Jalur Seleksi D3-S1 Gunakan Nilai Rapor
Waspada Corona, Perkuliahan Unisi Gunakan Metode Dalam Jaringan
DP2KBP3A Inhil Dampingi Forum Anak Kunjungi Disdukcapil
DPR Minta Pemerintah Belikan Smartphone dan Kuota Internet untuk Siswa Sekolah
Lantik 188 Kepala SMA/SMK dan SLB, Gubri Minta Laporkan Lapor jika Ada Oknum Pemeriksa Inspektorat Nakal
Pemprov Riau Bakal Pulangkan Mahasiswa ke Daerah Masing-Masing