Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Polisi Tetapkan Dekan FISIP Universitas Riau Jadi Tersangka Pencabulan
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) Syafri Harto ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana pencabulan. Diduga korban pencabulan tersangka adalah seorang mahasiswi jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018.
"Melalui proses gelar perkara telah ditetapkan status tersangka terhadap saudara SH (Syafri Harto) dalam kasus tindak pidana dugaan perbuatan cabul," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Sunarto saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/21).
Sunarto mengatakan sebelum penetapan tersangka penyidik memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti. Laporan atas perbuatan Syafri memenuhi unsur tindak pidana.
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
Namun, Sunarto enggan memerinci temuan penyidik yang menjadikan Syafri tersangka. Dia memastikan penyidik tengah mengagendakan pemanggilan terhadap Syafri sebagai tersangka. Sunarto menyebut polisi akan berkoordinasi dengan Kejaksaan.
"Penyidik telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada jaksa penuntut umum (JPU)," ujar Sunarto.
Sebelumnya, seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual membuat video pengakuan di media sosial. Video itu disoroti banyak pihak dan viral.
Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku mahasiswi jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.
"Kronologinya terjadi pada 27 Oktober lalu, hari Rabu sekitar pukul 12.30 WIB," ujar mahasiswi itu.
Dia mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya cuma berdua dengan dosen tersebut di dalam ruang dekan.
Menurutnya, dosen itu sempat bertanya tentang kegiatannya hingga mengucap 'I love you'.
"Mengawali bimbingan dan menanyakan pertanyaan tentang pekerjaan, kehidupan, dan beberapa kali mengatakan kata-kata yang membuat saya tidak nyaman, seperti 'I love you' dan membuat saya terkejut," kata mahasiswi tersebut.
Mahasiswi itu mengaku tangannya digenggam keras dan dicium saat hendak pulang. Mahasiswi tersebut mengaku sangat ketakutan.
Mahasiswi itu mengaku menjadi korban aksi bejat Syafri saat melakukan bimbingan tugas akhir.
Syafri membantah tuduhan. Dia menyebut akan melaporkan balik mahasiswi yang mengaku menjadi korban tersebut ke polisi.
Mahasiswi itu akan dilaporkan kasus pencemaran nama baik. Dia mengancam akan menuntut sang mahasiswi Rp 10 miliar.
.png)

Berita Lainnya
Bernilai Belasan Juta Rupiah, Pengedar Sabu di Pekanbaru Ditangkap
Kapolri Minta Maaf soal Gaduh Penerbitan TR Larangan Media
Polres Rohul OTT Kades, Sita Uang 20 Juta Hasil Pungli Pengurusan SKRT Dan SKGR
2 Orang Oknum Mengaku Wartawan Diduga Memeras Kepsek SMPN 1 TBH Hulu Dilaporkan ke Polisi
16,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai 11,7 Miliyar Dimusnahkan Bea Cukai Tembilahan
Mantan Kapolda Sumut Komjen Agus Andrianto Resmi Menjabat Kabareskrim
Dalang Pembuang Ratusan Kartu BPJS di Tong Sampah Tembilahan Masih Misterius
Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Setelah Tabrak Warga
Warga Tembilahan Hulu Diamankan Polisi Karena Shabu dan Ganja
Terdakwa Pembunuh Siswi SMP Pelalawan Dituntut 7 Tahun Penjara
Bobol Rekening Nasabah Hingga Miliyaran Rupiah, Mantan Teller Bank BRI Dibekuk Polisi
Terkait Dugaan Penyimpangan Oknum, Kapolres Kuansing : Jika Terbukti di Tindak Tegas