Pilihan
Aroma Bisnis di Balik Toilet SPBU Pertamina
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kertas putih bertuliskan 'TOILET GRATIS' belum lama ditempel. Di pojok kanan atas, terdapat logo PT Pertamina Persero. Ini menjadi pemandangan baru. Setelah sebelumnya tidak ada keterangan gratis. Petugas tak lagi berjaga di depan pintu. Kursi hingga kotak amal hilang dari pandangan.
Merdeka.com, mencoba menelusuri toilet SPBU Pertamina. Berkode depan 31 yang berarti milik Perseroan. Lokasinya berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi.
Secara letak, toilet berada di dalam Bright Food and Drink. Menjadi satu dan posisinya berada di pojok belakang. Percis dekat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Toilet terbagi menjadi dua. Khusus wanita dan pria. Kondisinya bersih. Tanpa ada penjaga di depannya.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
"Sebelumnya masih ada yang jaga toilet," kata Leader Bright, Tara Dimaxus, saat berbincang kepada merdeka.com, Rabu (24/11).
Sehari sebelum ramai pemberitaan, petugas masih sempat berjaga. Dilengkapi seragam lengkap. Kursi dan kotak amal masih berada di depan pintu toilet. Mereka siaga setiap saat. Menunggu konsumen keluar dari kamar mandi.
Terdapat dua petugas berjaga setiap hari. Jam kerjanya terbagi dua shift. Kebetulan SPBU bernomor 31.171.01 itu buka 24 jam. Namun, petugas berasal dari luar karyawan SPBU Pertamina. Pihak pengelola menaruh orang. Bekerja sama dengan salah satu vendor.
"Sebelumnya sempat ada vendor yang kelola. Jadi toilet itu ada yang jaga juga dan kelola," kata Admin SPBU Coco Kampung Buluh 31-17506, Ari Kurnia saat ditemui di lokasi.
Kerja sama dengan vendor sudah dilakukan jauh-jauh hari. Kurang lebih baru berjalan dua bulan. Setiap uang 'sukarela' masuk menjadi tanggung jawab vendor. Pihak pengelola SPBU tidak ada urusan. Termasuk besaran jumlah didapat setiap harinya.
Para vendor memiliki tanggung jawab besar. Salah satunya memastikan agar toilet tetap bersih dan nyaman. Termasuk kerusakan di dalamnya. Menurut Ari, ini sudah menjadi kesepakatan antara vendor dengan pengelola SPBU.
"Uang lari ke vendor. Karena vendor nanti yang belanja alat kebersihan dan menggaji orang yang nungguin," jelas Ari.
Ari sendiri menutup rapat-rapat vendor yang bekerja sama dengan SPBU Pertamina tempatnya. Hanya saja, vendor saat itu berasal dari daerah Tasikmalaya, Jawa Barat.
.png)

Berita Lainnya
Sah! Jokowi Tutup Pintu untuk Investasi Minuman Beralkohol
Ribuan Wartawan Hadiri Porwanas XIII, Panitia Siap Sambut Kedatangan Kontingen
Kiamat PNS Mendekat, Pegawai Bisa Diganti Robot?
Junimart: SK Penetapan Kawasan Hutan di Lahan Masyarakat Picu Konflik Sengketa Lahan
Saat Covid-19, INDEF: Mudik Lebaran Tak Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
ANAK NKRI Gelar Aksi 1812 Tuntut Pembebasan Habib Rizieq Hari Ini
Yang Ingin Menyebrang Roro Sei Selari Sei Pakning - Air Putih Bengkalis, Berikut Live CCTv Roro Setiap Hari
Ketua KPK Firli Sebut Survei Integritas Bisa Jadi Pegangan Berantas Korupsi
Ahok tantang penolak Pergub iklan rokok ajukan gugatan di PTUN
Mengaku Kenal Dekat, Anak Buah Prabowo ini Tidak Percaya Munarman Terafiliasi Dengan ISIS
Pemerintah Alokasikan Rp5,567 Triliun untuk Peremajaan 180.000 Hektare Sawit Rakyat
Menag: Visi Kebangsaan dan Moderasi Beragama Prioritas Kami