Pilihan
Dugaan Bocor 6 Juta Data Medis, Perlu Keseriusan Menjaga Data Pribadi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Data pasien covid-19 dan umum milik Kementerian Kesehatan diduga bocor. Kejadian ini kembali terulang. Kali ini, diduga sebanyak 6 juta data pribadi pasien dan umum ditawarkan di forum online. Penjual data tersebut menawarkan data untuk dibayar dengan mata uang kripto.
Jamalul Izza, Chairman Indonesia Internet Foundation mengatakan, kejadian dugaan kebocoran data pribadi yang berasal dari server milik Kementerian Kesehatan kerap terjadi. Di tahun lalu juga, ramai dugaan data e-hac Kementerian tersebut muncul di publik.
"Ini jadi tamparan keras bagi pengelola agar tak sembrono mengelola data pribadi masyarakat Indonesia," kata Jamal.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Menurut dia, siapapun pengelola data pribadi masyarakat, sudah seharusnya benar-benar bertanggung jawab terhadap data tersebut. Terlebih data medis, data yang lebih sensitif lantaran dapat mengetahui kesehatan seseorang.
"Siapapun pengelola data pribadi itu, mau swasta maupun pemerintah, harus-harus benar memperhatikan keamanan data. Dengan dugaan data bocor ini, menandakan belum ada keseriusan untuk menjaga data. Padahal Presiden Jokowi sudah meminta perhatian agar data pribadi ini serius untuk dijaga," ungkap mantan Ketua Umum APJII dua periode ini.
Di satu sisi, kejadian ini juga menuntut pemerintah untuk segera mengesahkan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Dengan begitu, kepastian hukum dapat ditegakkan dalam konteks perlindungan data pribadi.
"Sudah berkali-kali disampaikan agar RUU PDP ini juga secepatnya disahkan. Masyarakat juga perlu kepastian hukum," jelasnya.
Terpisah, dalam suatu kesempatan, Presiden Jokowi baru-baru ini meminta agar perlindungan data pribadi menjadi concern pemerintah. Jokowi menjelaskan RUU Perlindungan Data Pribadi itu dibuat untuk memberikan perlindungan hak asasi masyarakat agar tidak ada yang dirugikan, terutama di sektor digital.
"Untuk itu, saya telah memerintahkan Menkominfo serta kementerian dan lembaga terkait untuk segera menuntaskan pembahasan rancangan undang-undang, RUU Perlindungan Data Pribadi bersama-sama dengan DPR," jelas Jokowi.
Respons Kemkominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate buka suara. Melalui juru bicaranya, Dedy Permadi, kini pihaknya telah memerintahkan jajaran terkait untuk berkomunikasi secara intensif dengan Kementerian Kesehatan dan memulai proses penelusuran lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kementerian Kesehatan juga tengah melakukan langkah-langkah internal merespons dugaan kebocoran yang terjadi termasuk salah satunya melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," kata Dedy.
Kementerian Kominfo meminta seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) baik publik maupun privat yang mengelola data pribadi untuk secara serius memerhatikan kelayakan dan keandalan pemrosesan data pribadi yang dilakukan oleh PSE terkait baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia.
.png)

Berita Lainnya
Kejati Riau Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Pemkab Siak
Merasa Tidak Terjangkit Covid-19, Pasien Positif Kabur dari RSUD Arifin Achmad
Pemprov Riau Siapkan Dana 2 M Untuk Pemasangan Listrik Gratis Bagi Warga Miskin
Perbedaan e-KTP digital dan e-KTP Biasa serta Syarat Membuatnya
Google Cekal 151 Aplikasi Penipu, Segera Hapus dari HP Kalian!
Waspada ! Segera Hapus Informasi ini Dari Facebook Anda
Cara Memulihkan Akun Twitter Ketika Diretas
Kamu Wajib Tahu! Ini Keunggulan dan Kekurangannya Kompor listrik
Hasil SKB Sangat Menentukan, Kelulusan CPNS Diumumkan Akhir Oktober Ini
Tidak Transfaran, Masyarakat Inhil Sesalkan Perekrutan Petugas Sensus Penduduk 2020
NFC adalah Komunikasi Nirkabel Jarak Dekat, Begini Cara Kerjanya
IAIN Samarinda Taja Webinar Nasional : “Mengatasi Terorisme: Mestikah TNI Terlibat ?”