Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
WhatsApp Juga Metaverse, Pakar Jelaskan Soal Metadata Universe
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan pemahaman metaverse dalam dunia yang dekat dengan banyak orang, yakni aplikasi pesan WhatsApp. Di dalam server aplikasi itu, Alfons menuturkan, metadata dari masing-masing pengguna berinteraksi.
Menurut Alfons, metaverse berasal dari frase metadata universe yang artinya kumpulan metadata yang berinteraksi dalam satu dunia. Adapun metadata adalah informasi mengenai data. Metadata ini penting karena nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi data yang sangat aktif berinteraksi.
Alfons memberi contoh metadata berupa KTP, Paspor dan STNK. “KTP, Paspor, untuk mengidentifikasi usia. STNK untuk mengidentifikasi motor atau mobil dengan mudah dan tepat," kata Alfons menjelaskan.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Jadi, dia melanjutkan, metaverse adalah dunia di mana para data berinteraksi dan data ini diidentifikasi berdasarkan meta datanya. Selain WhatsApp, aplikasi populer lainnya seperti Facebook dan TikTok adalah contoh metaverse yang dapat ditemui sehari-hari.
Ketika mengakses Whatsapp pertama kali, akun seseorang sudah diprofile oleh pihak Whatsapp. Pengguna memiliki metadata yang unik. "Identifikasi yang digunakan berdasarkan nomor telepon, IMEI atau identifikasi pada perangkat pengguna yang tidak ada duanya di dunia ini," kata dia.
Setiap kali pengguna berinteraksi dengan pengguna Whatsapp lain, metadata dari masing-masing pengguna berinteraksi di server Whatsapp. Itulah metaverse Whatsapp.
Demikian pula ketika pengguna ingin bergabung dengan grup Whatsapp atau mau membuat grup sendiri. Grup ini akan mendapatkan metadata tersendiri. Dan setiap member yang masuk dapat berinteraksi dengan member lain di grup yang telah dibuat tadi dengan membawa identitas uniknya atau meta datanya. "Itu juga termasuk metaverse Whatsapp," katanya.
.png)

Berita Lainnya
e-KTP Tak Berbentuk Fisik, Tidak Perlu Lagi Fotokopi
Cek Besaran Gaji Youtuber Pemula, Begini Cara Hitungnya
Bupati Wardan Tinjau Dua Lokasi Longsor di Tembilahan Hulu
424 Napi Lapas Kelas IIA Tembilahan dapat Remisi Umum HUT RI ke-75
Polisi Sita Uang Rp20,4 Miliar Terkait Pinjol Ilegal
Pengguna Keluhkan Bug WhatsApp yang Bikin Kerusakan Acak di iPhone
Pengguna Keluhkan Bug WhatsApp yang Bikin Kerusakan Acak di iPhone
WhatsApp, Facebook, Instagram Down, Pengguna Tak Bisa Akses Aplikasi
Pemerintah Resmi Menunda Penghentian Siaran TV Analog
Telkomsel Tambah Varian Paket Voucher Fisik Internet Mulai dari Rp8 Ribu
Tidak Transfaran, Masyarakat Inhil Sesalkan Perekrutan Petugas Sensus Penduduk 2020
Naas, Buruh Bangunan Kesetrum Saat Mengecat Dinding Gapura