Pilihan
Keluarga Gubri dan Sekda Jadi Pejabat, Ade Agus: Mengurusi Provinsi Ini Jangan Mentang-mentang
INDOVIZKA.COM- Ketua Komisi I DPRD Riau Ade Agus Hartanto angkat bicara terkait keluarga dan kerabat Gubernur Riau Syamsuar dan Sekdaprov Yan Prana Jaya yang ikut dilantik sebagai pejabat saat pelantikan pejabat eselon III dan IV, Selasa (7/1/2020).
Ade Agus mengatakan bahwa hal semacam ini sudah menjadi kebiasaan di pemerintahan. Namun yang menjadi catatan, kata Ade Agus adalah perihal kinerja.
"Catatannya orang yang ditempatkan tersebut memang sudah cukup syarat untuk menjabat. Memiliki kapasitas, kopetensi, sesuai bidang. Jangan asal menempatkan saja. Yang penting sesuai dengan kompetensi, tak masalah. Tinggal kami DPRD melakukan fungsi pengawasan," kata Ade Agus.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Ade Agus mengaku belum mengetahui siapa-siapa saja yang ditempatkan dan latar belakangnya pejebat yang dilantik Pemprov Riau tersebut. Karena itu, dewan akan melakukan pengawasan.
"Ada juga yang melapor ke kita ada yang baru ditempatkan 6 minggu ditempatkan di instansi tertentu, langsung menjabat, itu ada. Bagi kami, sepanjang tidak ada yang dilanggar ya silahkan saja. Yang penting, mengurusi provinsi ini jangan mentang - mentang. Jangan mentang-mentang keluarga gubernur, jangan mentang mentang keluarga Sekda. Sama-sama kita membangun Riau ini. Tugas mereka ini kan membantu mengeksekusi visi gubernur Riau. Nah, capaiannya nanti pasti akan terlihat sendiri," cakapnya lagi.
Lebih lanjut Sekretaris PKB Riau ini menambahkan, selain keluarga dan kerabat dari gubernur dan Sekda tersebut, pihaknya juga akan mengecek keseluruhan pejabat yang dilantik apakah sudah sesuai dengan kompetensinya atau tidak.
"Jangan sampai ada lagi yang tidak sesuai kompetensi. Jangan sampai ada perawat tapi ditempatkan di dinas pendidikan, kan nggak cocok itu. Yang jelas kita akan awasi," tukasnya.
.png)

Berita Lainnya
Kantongi Model B.KWK PKB, Pasangan Abdul Wahid dan SF. Hariyanto Siap Mendaftar ke KPU
Ribuan Jamaat HKPB Riau Doakan Abdul Wahid Jadi Gubernur Riau
Airlangga Minta Ormas Golkar Sosialisasikan Disiplin Prokes Covid-19
Dinkes Inhil Lakukan MoU Bersama Rumah Sakit Lancang Kuning
Si Jilbab Ungu Hj Misharti Dapat Surat Tugas Khusus dari PDIP Maju Balon Wabup Kampar
Tito Sebut Jokowi yang Tunjuk Pj Gubernur 2022 dan 2023
Dinilai Gagal Memenuhi Komitmen, Ketua dan Bendahara DPC PKB Inhu Diberhentikan Dari Jabatannya
Ribuan Jamaat HKPB Riau Doakan Abdul Wahid Jadi Gubernur Riau
PKB Pelalawan Mulai Mantapkan Diri Hadapi Pileg
Politisi PDIP Riau Minta Tak Usah Tanggapi Soal Penundaan Pemilu 2024
Resmi Diusung PAN Maju Pilkada Rohul, Erizal: Kado Ulang Tahun Terindah
Paslon Rizal-Ridho di Inhu Siapkan 8 Kuasa Hukum Hadapi Sidang MK